Tuesday, June 23, 2009||
He's just not that into you
"Girls are taught a lot of stuff growing up. If a guy punches you, he likes you. Never try to trim your own bangs. And someday you will meet a wonderful guy and get your own happy ending .. and your commitment to each other.Every movie we see, every story we're told implores us to wait for it. But sometimes we are so focused on finding our happy ending, we don't learn how to read the signs. How to tell the ones who want us from the ones who don't. The ones who will stay from the ones who will leave.
And maybe this happy ending doesn't include a wonderful guy. Maybe it's you, on your own, picking up the pieces and starting over. Freeing yourself up for something better in the future. Maybe the happy ending is just ... moving on."---
Taken from the movie "He's just not that into you".
I love the book, love the movie even more.
Dalam film Sex and The City, Carrie Bradshaw mencat rambutnya yang pirang menjadi berwarna hitam setelah ia patah hati ditinggal Mr. Big.
Kalau saya - berhubung warna rambut sudah hitam, saya memilih untuk mengganti layout blog ini saja.
Terimakasih banyak kepada
UPI, teman saya yang sangat berbakat nan baik hati, yang telah membuatkan layout baru untuk blog ini. Blog ini jadi bernuansa teduh-teduh asoy ya :)
I adore this layout so much, Pi. And i guess everyone (who read this blog) will think the same way. Thanks!
Saya menonton film Ketika Cinta Bertasbih Sabtu malam kemarin. Dari film ini tidak ada yang istimewa, baik segi cerita maupun akting. Tapi ada satu adegan yang menarik, yang saya ingat terus sampai hari ini.
Ada adegan dimana salah satu tokoh utama cerita, Anna Althafunisa sedang duduk bersama Furqon dan keluarganya. Furqon adalah orang kaya yang berniat untuk melamar Anna Althafunisa, si putri sang Kyai. Dalam pertemuan itu, Anna mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi oleh Furqon. Jika Furqon tidak memenuhinya, Anna enggan menikah.
Syarat pertama : "Setelah menikah, saya harus tetap tinggal di lingkungan ini, lingkungan pesantren."
Syarat kedua : "Selama saya masih hidup dan bisa memenuhi kewajiban saya sebagai istri, Furqon tidak boleh menikah lagi."
Alis Furqon naik dan ia menyipitkan matanya, menunjukkan raut tidak setuju mendengar syarat tersebut.
"Saya rasa untuk syarat yang pertama tidak masalah. Tapi untuk syarat yang kedua, itu terlalu berat. Bukankah dengan mengajukan syarat itu, Anna mengharamkan poligami yang sebenarnya halal?"
Anna menjawab, "Coba sebutkan, di bagian mana saya mengharamkan poligami? Furqon boleh beristri dua, atau empat sekalipun. Tapi bukan saya yang akan menjadi salah satu dari empat istri tersebut."
Beeeeeeeh, mantaps.
Sampai di sini, ayahnya Furqon andil bicara, "Tapi saya tidak pernah tahu kalau syarat tersebut dibolehkan dalam perkawinan."
"Saya punya literaturnya. Sebentar ya." Anna beranjak dari kursi menuju kamar, mengambil sebuah buku. Lalu ia menunjukkan buku tersebut kepada Furqon dan ayahnya. Di sana tertulis bahwa syarat yang diajukan calon istri sebelum perkawinan untuk tidak memindahkan istri dari lingkungannya ataupun syarat tidak mau diduakan (juga ditigakan dan seterusnya..), diperbolehkan dalam Hukum Islam.
Furqon pun akhirnya setuju memenuhi kedua syarat yang diajukan Anna.
Sayangnya saya tidak menyimak betul judul literatur yang disebutkan Anna dalam adegan itu, jadi tidak bisa saya baca sendiri. Tapi paling tidak, setelah nonton film itu saya jadi tahu kalau saya bisa meminta hal yang sama seperti yang diucapkan Anna pada calon suami saya nanti :)